Selasa, 07 Agustus 2018

Pengambilan Keputusan dan Perencanaan (planning function)

Management Principles kali ini membahas tentang Pengambilan Keputusan dan Perencanaan (planning function)

Pengambilan Keputusan
1. Waktu Dan Hubungan Manusia Dalam Membuat Keputusan
Waktu dan hubungan manusia merupakan elemen yang amat penting dalam proses pembuatan keputusan, pembuatan keputusan menghubungkan keadaan organisasi masa kini dan tindakan yang akan diambil organisasi ke dalam masa depan.
Pembuatan keputusan juga menggunakan masa lalu; pengalaman masa lalu Positif dan Negatif  memainkan bagian penting dalam menentukan pilihan.

Pengambilan Keputusan dan Perencanaan (planning function)

2.  Masalah Dan Peluang Menemukan
Pembuatan keputusan berhubungan dengan masalah, suatu masalah muncul bila keadaan sebenarnya berbeda dari keadaan yang diinginkan.
Contoh Masalah;
Masalah yang dikeluhkan pelanggan mengenai lambatnya penyerahan barang pesanan hal ini dapat dilihat sebagai suatu kesempatan untuk mendesain ulang proses produksi dan pelayanan kepada pelanggan.

3. Proses Menemukan Masalah
William Pounds mengatakan bahwa proses menemukan masalah sering kali informasi dan intuitif, empat macam situasi biasanya memberi peringatan kepada manajer tentang kemungkinan adanya masalah;
a. Deviasi dari pengalaman masa lalu
b. Deviasi dari rencana yang ditetapkan
c. Orang lain
d. Prestasi pesaing

4. Peluang Menemukan
David B. Gleicher Seorang Konsultan Manajemen, mendefinisikan suatu masalah sebagai sesuatu yang membahayakan kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya dan suatu kesempatan adalah sesuatu kemampuan yang menawarkan tantangan untuk melampaui tujuan.
Metode menanyakan dialektik adalah metode analisis yang mengharuskan pembuat keputusan menentukan dan meniadakan asumsinya dan tandingan berdasarkan pada asumsi negatif; dimana pembuatan keputusan menentukan pemecahan yang mungkin dan asumsi yang mereka ambil, memperhatikan kebalikan dari semua asumsi, dan kemudian mengembangkan pemecahan yang berlawanan berdasarkan pada asumsi negatif.

5. Keputusan Untuk Memutuskan
ide bahwa Manajer adalah pemecah masalah mungkin membangkitkan citra manajer yang duduk dibelakang meja, dengan tenang membuat keputusan apa yang harus dilakukan terhadap setiap masalah yang timbul.
Nilai ambang untuk mengenali masalah;
a. Menetapkan prioritas
b. Apakah masalah tersebut mudah ditangani ?
c. Apakah masalah itu akan selesai dengan sendirinya kalau dibiarkan?
d. Apakah ini keputusan yang akan saya buat ?

6. Sifat pembuatan keputusan
a. Keputusan Terprogram & Tidak terprogram
Masalah yang berbeda membutuhkan tipe pembuatan keputusan yang berbeda pula, hal-hal yang rutin atau kecil dapat diselesaikan dengan suatu tipe keputusan terprogram, sedangkan  penyelesaian spesifik yang diciptakan lewat proses tidak terstruktur untuk menangani masalah non rutin disebut juga keputusan tidak terprogram.
b. Kepastian, Risiko dan Kepastian
Situasi pembuatan keputusan sering kali dikategorikan pada suatu kesatuan (kontinuum) yang berkisar dari kepastian (ketepatan ramalan tinggi), melawati resiko, sampai pada ketidakpastian (ketepatan ramalan rendah)

Keterbatasan dalam Pengambilan Keputusan
1. Keterbatasan Dalam Pengambilan Keputusan yang rasional
2. Keterbatasan Dalam Pengambilan Keputusan
3. Keterbatasan Sumber Daya
4. Kelebihan Informasi
5. Keterbatasan Ingatan
6. Masalah Keahlian

Memperbaiki Keputusan
1. Penggunaan Aturan terhadap Alternatif Keputusan
2. Kriteria Prioritas, Kriteria Minimum
3. Pengujian Terhadap Berbagai Alternatif Keputusan
4. Pengambilan Keputusan secara berkelompok
5. Teknik Curah Ide, Teknik Kelompok Nominal, Teknik Delphi dan lain-lain

Perencanaan
Perencanaan adalah suatu jenis pembuatan keputusan untuk masa depan yang spesifik yang dikehendaki oleh manajer bagi organisasi.
Perencanaan atau Planning adalah sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi (Robbins dan Coulter ,2002) Perencanaan dapat dilihat dari 3 hal, yaitu proses, fungsi manajemen, dan pengambilan keputusan. (Ernie&Kurniawan,2005) Dari sisi proses, fungsi perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan dicapai. Dari sisi fungsi manajemen, perencanaan adalah fungsi dimana pimpinan menggunakan pengaruh atas wewenangnya untuk menentukan atau merubah tujuan dan kegiatan organisasi. Dari sisi pengambilan keputusan, perencanaan merupakan pengambilan keputusan untuk jangka waktu yang panjang atau yang akan datang mengenai apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana dan siapa yang akan melakukannya, dimana keputusan yang diambil belum tentu sesuai hingga implementasi perencanaan tersebut dibuktikan di kemudian hari.

Empat Tahap Dasar Perencanaan ;
Tahap 1 ; Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan
Tahap 2; Merumuskan keadaan saat ini
Tahap 3; Mengidenfikasikan segala kemudahan dan hambatan
Tahap 4; Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.

Fungsi atau Manfaat dari Perencanaan
1. Pengarah Organisasi
2. Minimalisasi Ketidakpastian
3. Minimalisasi inefisiensi sumber daya
4. Penetapan Standar dalam Pengawasan Kualitas

Persyaratan Perencanaan (Planning Requirements)
1. Faktual dan Realistis
2. Logis dan Rasional
3. Fleksibel
4. Komitmen
5. Komprehensif atau menyeluruh

PERENCANAAN; SEBUAH TINJAUAN
Kita semua mempunyai impian untuk menemukan ketenaran, keberuntungan serta mendapat penghargaan dan dikagumi orang lain.

Sasaran adalah penting dengan empat macam alasan antara lain;
1.  Sasaran memberikan arah
2.  Sasaran memfokuskan usaha kita
3.  Sasaran menjadi pedoman rencana dan keputusan kita
4.  Sasaran membantu kita mengevaluasi kemajuan yang kita capai

PERBEDAAN RENCANA STRATEGIS DAN OPERASIONAL
Rencana strategis dan operasional berbeda dalam tiga hal yang benar antara lain;
1.  Kurun waktu
2.  Cakupan
3.  Tingkat rincian

HUBUNGAN ANTARA PERENCANAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Keputusan-keputusan dapat diambil tanpa perencanaan, tetapi kiranya tidak dapat kita membayangkan adanya perencanaan tanpa pengambilan keputusan.  
Guna menjelaskan perbedaan antara keputusan-keputusan tanpa perencanaan dan keputusan-keputusan yang berlandaskan perencanaan, kita dapat melihat contoh di bawah ini;
1. Memecat seorang karyawan;
2. Mengembangkan suatu tujuan kesempatan kerja jangka panjang

Aktivitas memecat seorang karyawan tertentu besar kemungkinan tidak mencakup perencanaan. Di lain pihak pengembangan suatu tujuan kesempatan kerja jangka panjang pada pokoknya merupakan perencanaan. Tetapi pada dua contoh tersebut perlu adanya keputusan-keputusan.

PERENCANAAN SEBAGAI FUNGSI FUNDEMENTAL
Seperti sudah dikatakan, maka perencanaan merupakan sebuah fungsi manajemen yang fundamental serta primer. Ia merupakan landasan untuk pelaksanaan tugas seseorang manajer. Para manajer perlu menyelenggarakan perencanaan secara cermat sebelum mereka dapat melaksanakan fungsi-fungsi, pengorganisasian, mengaktuasi dan mengawasi secara rasional. Pengorganisasian dan pemanfaatan sumber-sumber daya secara efektif hanya dapat dilaksanakan sehubungan dengan rencana-rencana yang telah ditetapkan.
Perencanaan merupakan sebuah proses dengan apa para manajer memvisualisasi dan mendeterminasi langkah-langkah masa mendatang yang menuju ke arah realisasi sasaran-sasaran yang diinginkan. Secara khusus perencanaan dapat dinyatakan sebagai proses pemanfaatan fakta-fakta yang berhubungan dan asumsi-asumsi masa yang akan datang guna merumuskan langkah-langkah yang perlu diikuti dalam rangka upaya mencapai tujuan-tujuan spesifik.

Perencanaan Dan Tujuan
Stephen P. Robbins mendefinisikan perencanaan sebagai planning is determining in advance what be done, how its be done, and who is to do it.

Menurutnya, proses yang mencakup mendefinisikan sasaran organisasi, menetepkan strategi menyeluruh untuk mencapai sasaran, menyusun serangkaian rencana yang menyeluruh yang saling terintegrasi dan terkoordinasi pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi.

Silalahi menguraikan beberapa tujuan & sekaligus keuntungan utama dari fungsi perencanaan dalam konteks organisasi (perusahaan)
1. Merupakan fungsi untuk mengantisipasi dan menekan perubahan zaman yang sangat tidak pasti
2. Berfungsi untuk mengidentifikasi dan menghindari masalah yang akan datang
3. Membantu identifikasi peluang-peluang yang akan datang
4. Memberikan arah kepada manajer ataupun bukan manajer
5. Menghindari atau setidak-tidaknya meminimalisir tumpang tindih dan pemborosan pelaksanaan kegiatan dan menjaga kontinuitas
6. Mengembangkan rangkaian dari tindakan-tindakan (strategi dan taktik dalam perusahaan)
7. Menetapkan tujuan-tujuan dan standar yang akan digunakan untuk memudahkan pengawasan
8. Perencanaan adalah pusat tujuan organisasi, sehingga dapat membantu penghematan biaya pada organisasi (perusahaan)
9. Membantu kelancaran pengambilan keputusan oleh semua tingkat pejabat unit atau sektoral atau deaprtementalisasi

Hubungan Antar Fungsi Manajemen
Rencana-rencana tujuan serta bagaimana mencapainya :
- Pengorganisasian. Apa jenis struktur organisasi, tugas-tugas prosedur kerja antar unit
- Staffing (penyusunan staf). Kebutuhan SDM yang diperlukan, rekrutmen, penyeleksian, pelatihan, dan pengembangan SDM
- Kepemimpinan. Bagaimana memimpin, secara efektif, pengambilan keputusan, motivasi dan komunikasi
- Controlling (pengendalian). Evaluasi kinerja, proses perbaikan, solusi

Proses Perencanaan Strategis
1. Tetapkan Visi, Misi, & Tujauan
2. Diagnosis Hambatan & Peluang
3. Nilai Kekuatan & Kelemahan
4. Kembangkan Rencana Strategi
5. Kembangkan Rencana Operasional
6. Implementasi Rencana
7. Tujuan
8. Nilai Umpan Balik
9. Ulangi Proses Perencanaan


Semoga management principles mengenai Pengambilan Keputusan dan Perencanaan (planning function), dapat bermanfaat bagi Anda.

Jumat, 03 Agustus 2018

Evolusi Teori Manajemen dan Lingkungan Manajemen

Management Principles kali ini membahas tentang Evolusi Teori Manajemen dan Lingkungan Manajemen

Teori Manajemen
Teori adalah perspektif yang dipergunakan oleh manusia untuk membuat dunia pengalamannya masuk akal. Secara formal, sebuah teori adalah sekelompok asumsi yang erat berkaitan, dikemukakan untuk menjelaskan hubungan antara dua fakta atau lebih yang dapat diamati. John Clanchy menamakan perspektif seperti itu “ kekuatan yang tampak” untuk menekankan beberapa  penggunaan teori yang amat kritis, cara “tidak tampak” yang kita pergunakan untuk mendekati dunia kita.

Evolusi Teori Manajemen dan Lingkungan Manajemen

Pertama, teori memberikan fokus yang mantap untuk memahami apa yang kita alami. Sebuah teori menyediakan kriteria untuk menentukan apa yang relevan.

Kedua, teori mempermudah kita berkomunikasi dengan efisien dan dengan demikian bergerak ke arah hubungan yang semakin lama semakin kompleks dengam orang lain.

Ketiga, teori membuat kita-bahkan, menantang kita-untuk terus belajar mengenai dunia kita. Menurut definisi, teori mempunyai batas; hanya sedemikianlah yang dapat dicakup oleh suatu teori

Manajemen Klasik
Aliran klasik yang dibagi menjadi dua aliran, manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik.
Sebelum sejarah  yang disebut  zaman manajemen ilmiah muncul, telah terjadi revolusi industri pada abad ke 19, yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan suatu pendekatan manajemen yang sistematik 

Manajemen ilmiah
Manajemen ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa, dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Sedangkan arti lainnya manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-teknik-”A bag of tricks”-untuk meningkatkan efesiensi kerja organisasi

Teori Organisasi Klasik
Henri Fayol, mengemukakan teori dan teknik-teknik administrasi sebagai pedoman bagi pengelolaan organisasi-organisasi yang kompleks. Dalam teori administrasinya Fayol memerinci manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, organisasian, pemberian perintah pengkoordinasian dan pengawasan.

Aliran Hubungan Manusiawi
Aliran hubungan manusia (prilaku manusia atau neoklasik ) muncul karena ketidakpuasan bahwa yang dikemukakan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efesiensi produksi dan keharmonisan kerja.

Aliran  Manajemen Modern
Masa manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang berbeda. Jalur pertama merupakan perkembangan dari aliran hubungan manusiawi yang dikenal sebagai perilaku organisasi, dan yang lain dibangun atas dasar manajemen ilmiah, dikenal sebagai aliran kuantitatif.

Prinsip-prinsip dasar perilaku organisasi
- Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat.
- Manajemen harus sistematik, dan pendekatan yang digunakan harus dengan pertimbangan secara hati-hati
- Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi
- Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan

Aliran kuantitatif
Aliran kuantitatif ditandai dengan berkembangnya riset operasi dalam pemecahan masalah-masalah industri, yang didasarkan atas sukses tim-tim riset operasi Inggris dalam perang dunia ke II. Sejalan dengan semakin kompleksnya komputer elektronik transportasi dan komunikasi dan sebagainya, teknik-teknik riset operasi menjadi semakin penting sebagai dasar rasional untuk pembuatan keputusan.

Lingkungan Internal dan Lingkungan Eksternal Organisasi
Lingkungan Internal
Dalam hal membicarakan lingkungan internal, akan kita mempelajari lingkungan didalam organisasi, dimana seseorang manajer harus beroperasi.
Internal Stakeholders atau pihak berkepentingan yaitu kelompok atau individu seperti karyawan yang tidak benar-benar merupakan karyawan dari lingkungan organisasi tetapi seorang manajer tetap bertanggung jawab atas orang atau kelompok tersebut
Untuk memahami lingkungan organisasi kita harus meminjam beberapa konsep dari teori sistem, salah satu asumsi dasar dari teori sistem adalah organisasi tidak pernah dapat memenuhi kebutuhannya sendiri (self sufficient) maupun tidak pernah berdiri sendiri (self-contained). Sebaliknya organisasi tukar menukar sumber daya dan tergantung pada lingkungan eksternal, yang didefinisikan sebagai semua elemen di luar organisasi yang relevan pada operasinya.
Lingkungan eksternal mempunyai elemen tindakan langsung dan tindakan-tidak-langsung. Elemen tindakan tidak langsung, juga disebut pihak yang berkepentingan, termasuk pemegang saham, serikat pekerja, pemasok, dan banyak lagi yang dapat mempengaruhi suatu organisasi.
Lingkungan eksternal mempunyai baik unsur-unsur yang berpengaruh langsung (lingkungan ekstern mikro) dan yang berpengaruh tidak langsung (lingkungan ekstern makro). Lingkungan ekstern mikro terdiri dari para pesaing, penyedia, langganan, lembaga-lembaga keuangan, pasar tenaga kerja dan perwakilan-perwakilan pemerintah. Unsur-unsur lingkungan ekstern makro mencakup teknologi, ekonomi, politik dan sosial yang mempengaruhi iklim dimana organisasi beroperasi dan mempunyai potensi menjadi kekuatan-kekuatan sebagai lingkungan ekstern mikro.

Semoga management principles mengenai Evolusi Teori Manajemen dan Lingkungan Manajemen, dapat bermanfaat bagi Anda.

Pengertian dan Peran Manajemen

Management Principles ini membahasa mengenai pengertian dan peran manajemen.

Manusia sejak lama diberi nama julukan : “Zoon Politicon” (makhluk yang hidup berkelompok), naluri manusia memaksanya untuk hidup berkelompok, karena dengan bantuan kelompok kemungkinan untuk bertahan (survival) makin meningkat.

Pengertian dan Peran Manajemen

Lambat laun manusia membentuk macam-macam organisasi untuk aneka macam kebutuhan yang dirasakan olehnya adalah benar keanggotaan dalam suatu organisasi menyebabkan timbulnya macam-macam biaya yang berbeda seperti misalnya :
- Uang
- Waktu
- Kerja

Memiliki sikap mental kompetitif
Menguasai keterampilan dan keahlian
Menguasai bahasa asing (dua bahasa)
Menguasai teknologi digital dan teknologi informasi Berwawasan pengetahuan berbagai disiplin ilmu.

Definisi Manajemen
Definisi tentang manajemen menurut Robert L. Trewathin dan M. Gene Newport dalam buku yang berjudul “Management” menyatakan bahwa Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian menggerakkan serta mengawasi aktivitas-aktivitas sesuatu organisasi dalam rangka upaya mencapai suatu koordinasi sumber-manusia dan sumber-sumber daya alam dalam hal pencapaian sasaran secara efektif serta efisien.

Definisi yang dikemukakan mengingatkan kita pada pendapat G.R. Terry yang menyatakan bahwa proses manajemen terdiri dari apa yang disingkatnya menjadi P.O.A.C.
- Planning (rencana)
- Organizing (pengorganisasian)
- Actuating (menggerakkan)
- Controlling (pengawasan)

Henri Fayol (bapak konsepsi proses) memasukkan fungsi–fungsi berikut ke dalam aktivitas manajemen :
- Planning
- Organization
- Command
- Coordination
- Control

Manajemen sebagai Ilmu dan Seni
Luther Gulick mendefinisikan manajmen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha seecara sistematis untuk memahami mengapa dan membuat sistem kerjasama ini lebih bermanfaat bagi manusia. Manajemen merupakan ilmu pengetahuan juga dalam artian bahwa manajemen memerlukan disiplin ilmu-ilmu pengetahuan lain dalam penerapannya; misal, ilmu ekonomi, statistik, akuntansi, dan sebagainya.

Manajemen sebagai Profesi
Menurut Edgar H. Schein, manajemen sebagai profesi dapat dirinci sebagai berikut :
- Para profesional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum. Adanya pendidikan, kursus-kursus dan program-program latihan formal menunjukkan bahwa ada prinsip-prinsip manajemen tertentu yang dapat diandalkan
- Para profesional mendapatkan status mereka karena mencapai standar prestasi kerja tertentu, bukan karena favaritisme atau karena suku bangsa atau agamanya dan kriteria politik atau sosial lainnya.
- Para profesional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat, dengan disiplin untuk mereka yang menjadi kliennya

Dampak aktual proses manajeman atas sebuah organisasi dipengaruhi oleh aneka macam faktor seperti:
1.  Jumlah serta kualitas input;
2.  Pengetahuan, pengalaman serta otoritas para manajer;
3.  Tahapan perkembangan organisasi yang bersangkutan;
4.  Faktor-faktor lingkungan seperti misalnya;
- Peraturan-peraturan pemerintah;
- Kondisi-kondisi ekonomi;
- Tindakan-tindakan para pesaing;
- Keinginan para konsumen.

Pengertian dan Peran Manajemen

Prinsip-Prinsip Manajemen
Salah satu cara untuk mengklarifikasi bagian-bagian dari pengetahuan manajemen adalah melalui penggunaan prinsip-prinsip. Prinsip-prinsip yang dianggap sebagai pertanyaan-pertanyaan umum tentang kebenaran yang berkaitan dengan manajemen, mengindetifikasikan hubungan-hubungan sebab dan akibat yang dapat membantu memprediksi hasil dari tindakan-tindakan tertentu.

Melalui penerapan prinsip-prinsip para manajer dapat menghindari kekeliruan yang “ mahal harganya” yang sering dialami pada manajemen “uji-coba”.

Hal-hal yang perlu dilakukan dapat dikatakan, bahwa Rencana-rencana perlu digariskan;
- Tugas-tugas perlu diidentifikasi;
- Hubungan-hubungan otoritas perlu dispesifikasi;
- Garis-garis komunikasi perlu ditetapkan;
- Kepemimpinan perlu dijalankan.

Orang telah lama menulis bagaimana membuat organisasi agar lebih efisien dan efektif, lama sebelum istilah seperti  “Manajemen”, umum digunakan. Berbagai prinsip yang dikemukakan dapat diadaptasi untuk diterapkan pada organisasi manajemen  masa kini antara lain :

Sebuah organisasi lebih stabil bila para anggotanya mempunyai hak untuk mengutarakan perbedaan yang ada dan menyelesaikan konflik di dalam organisasi mereka

Walaupun satu orang dapat memulai sebuah organisasi, “organisasi itu akan terus berlangsung kalau diserahkan kepada banyak orang untuk memeliharanya dan kalau banyak orang ingin memeliharanya.

Seorang manajer yang lemah dapat mengikuti yang kuat, tetapi tidak dapat mengikuti yang lemah juga, dan mempertahankan wewenang

Seorang manajer yang berusaha mengubah organisasi yang sudah mantap “ harus mempertahankan paling sedikit bayangan dari kebiasaan lama”.

Tingkatan Manajemen
1. Manajer Lini pertama
Tingkatan paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional, disebut manajamen lini/garis-pertama (first–line or first level).
2.Manager menengah
Manajemen menengah dapat meliputi bebrapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional. Sebutan lain bagi manajer menengah adalah manajer departemen, kepala pengawas (superintendents).
3.Manajer puncak
Klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecil eksekutif. Manajemen puncak bertangung jawab atas keseluruhan manajmen organisasi. Sebutan khas bagi manajer puncak adalah direktur, presiden, kepala divisi, wakil presiden senior dan sebagainya. Sebutan khas bagi manajer puncak adalah direktur, presiden, kepala divisi, wakil presiden senior.

Pengertian dan Peran Manajemen

Manajer dan Tanggung Jawab Manajerial
1. Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain.
Istilah “orang” mencakup tidak hanya para bawahan dan atasan, tetapi juga manajer-manajer lainnya dalam organisasi. Disamping itu, “orang” juga termasuk individu-individu dari luar organisasi, langganan, penyelia (supplier), konsumen atau langganan, pengurus serikat karyawan, pejabat dan karyawan kantor-kantor pemerintah.
2.  Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan   prioritas-prioritas.
Setiap manajer akan menghadapi sejumlah tujuan, masalah dan kebutuhan organisasional yang semuanya ini bersaing untuk memperebutkan sumberdaya-sumberdaya organisasi (manusia, material, atau bahkan waktu manajer). Karena berbagai sumberdaya tersebut selalu terbatas, manajer harus menjaga keseimbangan diantara berbagai tujuan dan kebutuhan organisasional.
3.  Manajer bertanggung-jawab dan mempertanggungjawabkan.
Para manajer ditugaskan untuk mengelola pekerjaan-pekerjaan tertentu secara sukses. Mereka biasanya dievaluasi atas dasar seberapa baik mereka mengatur tugas-tugas yang harus diselesaikan. Lebih lanjut, manajer juga bertanggung jawas atas kegiatan-kegiatan para bawahannya. Sukses atau kegagalan bawahan adalah cerminan langsung sukses atau kegagalan manajer.
4. Manajer harus berpikir secara analitis dan konseptual.
Untuk menjadi pemikir yang analitis, manajer harus mampu merinci dan memisah-misahkan suatu masalah menjadi komponen-komponen masalah, menganalisa komponen-komponen tersebut, dan kemudian mencari penyelesaian yang layak (fleksibel) dengan akurat. Dan yang lebih penting bagi manajer adalah menjadi pemikir konsepsual, yang mampu memandang keseluruhan tugas dan mengkaitkan suatu tugas dengan tugas-tugas lain.
5.  Manajer adalah seorang mediator
Organisasi terdiri dari orang-orang, dan kadang-kadang mereka saling tidak bersetuju atau saling bertentangan. Bila hal itu terjadi dalam suatu unit kerja atau organisasi, maka bisa menurunkan semangat kerja dan produktivitas, atau bisa merusak suasana kerja, atau bahkan para karyawan yang cakap bisa meninggalkan organisasi. Kejadian-kejadian seperti ini menuntut peranan manajer sebagai mediator (penengah).
6.  Manajer adalah sebagai politisi
Seperti apa yang dilakukan politisi dalam mengkampanyekan program-programmya, manajer harus mengembangkan hubungan-hubungan baik untuk mendapatkan dukungan atas kegiatan-kegiatan usulan-usulan atau keputusan-keputusannya. Setiap manajer yang efektif ”memainkan politik” dengan mengembangkan jaringan kerjasama timbal balik dengan para manajer lain dalam organisasi
7. Manajer adalah diplomat.
Manajer mungkin harus berperan sebagai wakil (repesentatif) resmi kelompok kerjanya pada pertemuan-pertemuan organisasional. Manajer juga mungkin mewakili organisasi berurusan dengan kontraktor, langganan, pejabat pemerintah, atau personalia organisasi lain.
8. Manajer mengambil keputusan-keputusan sulit.
Organisasi selalu menghadapi banyak masalah (misal, kesulitan finansial, masalah personalia, dan sebagainya). Manajer adalah orang yang diharapkan dapat menemukan pemecahan berbagai masalah sulit dan mengambil berbagai keputusan yang akurat.

Semoga pengertian dan peran manajemen dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang belajar tentang management principles.