Jumat, 03 Agustus 2018

Evolusi Teori Manajemen dan Lingkungan Manajemen

Management Principles kali ini membahas tentang Evolusi Teori Manajemen dan Lingkungan Manajemen

Teori Manajemen
Teori adalah perspektif yang dipergunakan oleh manusia untuk membuat dunia pengalamannya masuk akal. Secara formal, sebuah teori adalah sekelompok asumsi yang erat berkaitan, dikemukakan untuk menjelaskan hubungan antara dua fakta atau lebih yang dapat diamati. John Clanchy menamakan perspektif seperti itu “ kekuatan yang tampak” untuk menekankan beberapa  penggunaan teori yang amat kritis, cara “tidak tampak” yang kita pergunakan untuk mendekati dunia kita.

Evolusi Teori Manajemen dan Lingkungan Manajemen

Pertama, teori memberikan fokus yang mantap untuk memahami apa yang kita alami. Sebuah teori menyediakan kriteria untuk menentukan apa yang relevan.

Kedua, teori mempermudah kita berkomunikasi dengan efisien dan dengan demikian bergerak ke arah hubungan yang semakin lama semakin kompleks dengam orang lain.

Ketiga, teori membuat kita-bahkan, menantang kita-untuk terus belajar mengenai dunia kita. Menurut definisi, teori mempunyai batas; hanya sedemikianlah yang dapat dicakup oleh suatu teori

Manajemen Klasik
Aliran klasik yang dibagi menjadi dua aliran, manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik.
Sebelum sejarah  yang disebut  zaman manajemen ilmiah muncul, telah terjadi revolusi industri pada abad ke 19, yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan suatu pendekatan manajemen yang sistematik 

Manajemen ilmiah
Manajemen ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa, dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Sedangkan arti lainnya manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-teknik-”A bag of tricks”-untuk meningkatkan efesiensi kerja organisasi

Teori Organisasi Klasik
Henri Fayol, mengemukakan teori dan teknik-teknik administrasi sebagai pedoman bagi pengelolaan organisasi-organisasi yang kompleks. Dalam teori administrasinya Fayol memerinci manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, organisasian, pemberian perintah pengkoordinasian dan pengawasan.

Aliran Hubungan Manusiawi
Aliran hubungan manusia (prilaku manusia atau neoklasik ) muncul karena ketidakpuasan bahwa yang dikemukakan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efesiensi produksi dan keharmonisan kerja.

Aliran  Manajemen Modern
Masa manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang berbeda. Jalur pertama merupakan perkembangan dari aliran hubungan manusiawi yang dikenal sebagai perilaku organisasi, dan yang lain dibangun atas dasar manajemen ilmiah, dikenal sebagai aliran kuantitatif.

Prinsip-prinsip dasar perilaku organisasi
- Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat.
- Manajemen harus sistematik, dan pendekatan yang digunakan harus dengan pertimbangan secara hati-hati
- Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi
- Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan

Aliran kuantitatif
Aliran kuantitatif ditandai dengan berkembangnya riset operasi dalam pemecahan masalah-masalah industri, yang didasarkan atas sukses tim-tim riset operasi Inggris dalam perang dunia ke II. Sejalan dengan semakin kompleksnya komputer elektronik transportasi dan komunikasi dan sebagainya, teknik-teknik riset operasi menjadi semakin penting sebagai dasar rasional untuk pembuatan keputusan.

Lingkungan Internal dan Lingkungan Eksternal Organisasi
Lingkungan Internal
Dalam hal membicarakan lingkungan internal, akan kita mempelajari lingkungan didalam organisasi, dimana seseorang manajer harus beroperasi.
Internal Stakeholders atau pihak berkepentingan yaitu kelompok atau individu seperti karyawan yang tidak benar-benar merupakan karyawan dari lingkungan organisasi tetapi seorang manajer tetap bertanggung jawab atas orang atau kelompok tersebut
Untuk memahami lingkungan organisasi kita harus meminjam beberapa konsep dari teori sistem, salah satu asumsi dasar dari teori sistem adalah organisasi tidak pernah dapat memenuhi kebutuhannya sendiri (self sufficient) maupun tidak pernah berdiri sendiri (self-contained). Sebaliknya organisasi tukar menukar sumber daya dan tergantung pada lingkungan eksternal, yang didefinisikan sebagai semua elemen di luar organisasi yang relevan pada operasinya.
Lingkungan eksternal mempunyai elemen tindakan langsung dan tindakan-tidak-langsung. Elemen tindakan tidak langsung, juga disebut pihak yang berkepentingan, termasuk pemegang saham, serikat pekerja, pemasok, dan banyak lagi yang dapat mempengaruhi suatu organisasi.
Lingkungan eksternal mempunyai baik unsur-unsur yang berpengaruh langsung (lingkungan ekstern mikro) dan yang berpengaruh tidak langsung (lingkungan ekstern makro). Lingkungan ekstern mikro terdiri dari para pesaing, penyedia, langganan, lembaga-lembaga keuangan, pasar tenaga kerja dan perwakilan-perwakilan pemerintah. Unsur-unsur lingkungan ekstern makro mencakup teknologi, ekonomi, politik dan sosial yang mempengaruhi iklim dimana organisasi beroperasi dan mempunyai potensi menjadi kekuatan-kekuatan sebagai lingkungan ekstern mikro.

Semoga management principles mengenai Evolusi Teori Manajemen dan Lingkungan Manajemen, dapat bermanfaat bagi Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar