Jumat, 03 Agustus 2018

Pengertian dan Peran Manajemen

Management Principles ini membahasa mengenai pengertian dan peran manajemen.

Manusia sejak lama diberi nama julukan : “Zoon Politicon” (makhluk yang hidup berkelompok), naluri manusia memaksanya untuk hidup berkelompok, karena dengan bantuan kelompok kemungkinan untuk bertahan (survival) makin meningkat.

Pengertian dan Peran Manajemen

Lambat laun manusia membentuk macam-macam organisasi untuk aneka macam kebutuhan yang dirasakan olehnya adalah benar keanggotaan dalam suatu organisasi menyebabkan timbulnya macam-macam biaya yang berbeda seperti misalnya :
- Uang
- Waktu
- Kerja

Memiliki sikap mental kompetitif
Menguasai keterampilan dan keahlian
Menguasai bahasa asing (dua bahasa)
Menguasai teknologi digital dan teknologi informasi Berwawasan pengetahuan berbagai disiplin ilmu.

Definisi Manajemen
Definisi tentang manajemen menurut Robert L. Trewathin dan M. Gene Newport dalam buku yang berjudul “Management” menyatakan bahwa Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian menggerakkan serta mengawasi aktivitas-aktivitas sesuatu organisasi dalam rangka upaya mencapai suatu koordinasi sumber-manusia dan sumber-sumber daya alam dalam hal pencapaian sasaran secara efektif serta efisien.

Definisi yang dikemukakan mengingatkan kita pada pendapat G.R. Terry yang menyatakan bahwa proses manajemen terdiri dari apa yang disingkatnya menjadi P.O.A.C.
- Planning (rencana)
- Organizing (pengorganisasian)
- Actuating (menggerakkan)
- Controlling (pengawasan)

Henri Fayol (bapak konsepsi proses) memasukkan fungsi–fungsi berikut ke dalam aktivitas manajemen :
- Planning
- Organization
- Command
- Coordination
- Control

Manajemen sebagai Ilmu dan Seni
Luther Gulick mendefinisikan manajmen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha seecara sistematis untuk memahami mengapa dan membuat sistem kerjasama ini lebih bermanfaat bagi manusia. Manajemen merupakan ilmu pengetahuan juga dalam artian bahwa manajemen memerlukan disiplin ilmu-ilmu pengetahuan lain dalam penerapannya; misal, ilmu ekonomi, statistik, akuntansi, dan sebagainya.

Manajemen sebagai Profesi
Menurut Edgar H. Schein, manajemen sebagai profesi dapat dirinci sebagai berikut :
- Para profesional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum. Adanya pendidikan, kursus-kursus dan program-program latihan formal menunjukkan bahwa ada prinsip-prinsip manajemen tertentu yang dapat diandalkan
- Para profesional mendapatkan status mereka karena mencapai standar prestasi kerja tertentu, bukan karena favaritisme atau karena suku bangsa atau agamanya dan kriteria politik atau sosial lainnya.
- Para profesional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat, dengan disiplin untuk mereka yang menjadi kliennya

Dampak aktual proses manajeman atas sebuah organisasi dipengaruhi oleh aneka macam faktor seperti:
1.  Jumlah serta kualitas input;
2.  Pengetahuan, pengalaman serta otoritas para manajer;
3.  Tahapan perkembangan organisasi yang bersangkutan;
4.  Faktor-faktor lingkungan seperti misalnya;
- Peraturan-peraturan pemerintah;
- Kondisi-kondisi ekonomi;
- Tindakan-tindakan para pesaing;
- Keinginan para konsumen.

Pengertian dan Peran Manajemen

Prinsip-Prinsip Manajemen
Salah satu cara untuk mengklarifikasi bagian-bagian dari pengetahuan manajemen adalah melalui penggunaan prinsip-prinsip. Prinsip-prinsip yang dianggap sebagai pertanyaan-pertanyaan umum tentang kebenaran yang berkaitan dengan manajemen, mengindetifikasikan hubungan-hubungan sebab dan akibat yang dapat membantu memprediksi hasil dari tindakan-tindakan tertentu.

Melalui penerapan prinsip-prinsip para manajer dapat menghindari kekeliruan yang “ mahal harganya” yang sering dialami pada manajemen “uji-coba”.

Hal-hal yang perlu dilakukan dapat dikatakan, bahwa Rencana-rencana perlu digariskan;
- Tugas-tugas perlu diidentifikasi;
- Hubungan-hubungan otoritas perlu dispesifikasi;
- Garis-garis komunikasi perlu ditetapkan;
- Kepemimpinan perlu dijalankan.

Orang telah lama menulis bagaimana membuat organisasi agar lebih efisien dan efektif, lama sebelum istilah seperti  “Manajemen”, umum digunakan. Berbagai prinsip yang dikemukakan dapat diadaptasi untuk diterapkan pada organisasi manajemen  masa kini antara lain :

Sebuah organisasi lebih stabil bila para anggotanya mempunyai hak untuk mengutarakan perbedaan yang ada dan menyelesaikan konflik di dalam organisasi mereka

Walaupun satu orang dapat memulai sebuah organisasi, “organisasi itu akan terus berlangsung kalau diserahkan kepada banyak orang untuk memeliharanya dan kalau banyak orang ingin memeliharanya.

Seorang manajer yang lemah dapat mengikuti yang kuat, tetapi tidak dapat mengikuti yang lemah juga, dan mempertahankan wewenang

Seorang manajer yang berusaha mengubah organisasi yang sudah mantap “ harus mempertahankan paling sedikit bayangan dari kebiasaan lama”.

Tingkatan Manajemen
1. Manajer Lini pertama
Tingkatan paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional, disebut manajamen lini/garis-pertama (first–line or first level).
2.Manager menengah
Manajemen menengah dapat meliputi bebrapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional. Sebutan lain bagi manajer menengah adalah manajer departemen, kepala pengawas (superintendents).
3.Manajer puncak
Klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecil eksekutif. Manajemen puncak bertangung jawab atas keseluruhan manajmen organisasi. Sebutan khas bagi manajer puncak adalah direktur, presiden, kepala divisi, wakil presiden senior dan sebagainya. Sebutan khas bagi manajer puncak adalah direktur, presiden, kepala divisi, wakil presiden senior.

Pengertian dan Peran Manajemen

Manajer dan Tanggung Jawab Manajerial
1. Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain.
Istilah “orang” mencakup tidak hanya para bawahan dan atasan, tetapi juga manajer-manajer lainnya dalam organisasi. Disamping itu, “orang” juga termasuk individu-individu dari luar organisasi, langganan, penyelia (supplier), konsumen atau langganan, pengurus serikat karyawan, pejabat dan karyawan kantor-kantor pemerintah.
2.  Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan   prioritas-prioritas.
Setiap manajer akan menghadapi sejumlah tujuan, masalah dan kebutuhan organisasional yang semuanya ini bersaing untuk memperebutkan sumberdaya-sumberdaya organisasi (manusia, material, atau bahkan waktu manajer). Karena berbagai sumberdaya tersebut selalu terbatas, manajer harus menjaga keseimbangan diantara berbagai tujuan dan kebutuhan organisasional.
3.  Manajer bertanggung-jawab dan mempertanggungjawabkan.
Para manajer ditugaskan untuk mengelola pekerjaan-pekerjaan tertentu secara sukses. Mereka biasanya dievaluasi atas dasar seberapa baik mereka mengatur tugas-tugas yang harus diselesaikan. Lebih lanjut, manajer juga bertanggung jawas atas kegiatan-kegiatan para bawahannya. Sukses atau kegagalan bawahan adalah cerminan langsung sukses atau kegagalan manajer.
4. Manajer harus berpikir secara analitis dan konseptual.
Untuk menjadi pemikir yang analitis, manajer harus mampu merinci dan memisah-misahkan suatu masalah menjadi komponen-komponen masalah, menganalisa komponen-komponen tersebut, dan kemudian mencari penyelesaian yang layak (fleksibel) dengan akurat. Dan yang lebih penting bagi manajer adalah menjadi pemikir konsepsual, yang mampu memandang keseluruhan tugas dan mengkaitkan suatu tugas dengan tugas-tugas lain.
5.  Manajer adalah seorang mediator
Organisasi terdiri dari orang-orang, dan kadang-kadang mereka saling tidak bersetuju atau saling bertentangan. Bila hal itu terjadi dalam suatu unit kerja atau organisasi, maka bisa menurunkan semangat kerja dan produktivitas, atau bisa merusak suasana kerja, atau bahkan para karyawan yang cakap bisa meninggalkan organisasi. Kejadian-kejadian seperti ini menuntut peranan manajer sebagai mediator (penengah).
6.  Manajer adalah sebagai politisi
Seperti apa yang dilakukan politisi dalam mengkampanyekan program-programmya, manajer harus mengembangkan hubungan-hubungan baik untuk mendapatkan dukungan atas kegiatan-kegiatan usulan-usulan atau keputusan-keputusannya. Setiap manajer yang efektif ”memainkan politik” dengan mengembangkan jaringan kerjasama timbal balik dengan para manajer lain dalam organisasi
7. Manajer adalah diplomat.
Manajer mungkin harus berperan sebagai wakil (repesentatif) resmi kelompok kerjanya pada pertemuan-pertemuan organisasional. Manajer juga mungkin mewakili organisasi berurusan dengan kontraktor, langganan, pejabat pemerintah, atau personalia organisasi lain.
8. Manajer mengambil keputusan-keputusan sulit.
Organisasi selalu menghadapi banyak masalah (misal, kesulitan finansial, masalah personalia, dan sebagainya). Manajer adalah orang yang diharapkan dapat menemukan pemecahan berbagai masalah sulit dan mengambil berbagai keputusan yang akurat.

Semoga pengertian dan peran manajemen dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang belajar tentang management principles.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar